Implementasi WP-CRON pada Plugin

implementasi-wp-cron-pada-plugin
Halo, lama sudah saya tidak menulis artikel dikarenakan kesibukan yang saya lakukan. Pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan mengenai fungsi dan cara penggunaan WP-Cron pada plugin.

WP-Cron adalah sebuah cron yang secara khusus disediakan oleh WordPress. Script atau code WP-Cron selalu di eksekusi ketika ada vistor mengunjungi website kita. Jadi dengan cara ini WP dapat melakukan penjadwalan untuk melakukan task atau pekerjaan tertentu di waktu yang telah ditentukan.

Akan tetapi waktu untuk melakukan task tersebut sangat bergantung pada jumlah visitor. Jika sebuah webstite jumlah visitor atau kunjungan perharinya sangat sedikit, maka WP-Cron bisa saja terlambat di eksekusi.

Tentu hal ini pasti tidak jadi soal jika blog kita ramai pengunjung dan selalu dikunjungi oleh visitor setiap menitnya, kecil kemungkinan Penjadwalan Cron kita terlambat dieksekusi.

Tentu ada cara untuk mengakali hal ini, yaitu dengan cara menggunakan Cron pada hosting kita. Tapi topik ini akan saya bahas pada artikel yang lainnya.

Penjelasan Mengenai WP-Cron

Ada dua function yang biasanya digunakan untuk mendaftarkan jadwal kita, yaitu:

1. wp_schedule_event
2. wp_schedule_single_event

Terdapat perbedaan antara dua fungsi diatas, yaitu: wp_schedule_event digunakan jika kita ingin menjadwalkan sesuatu yang rutin (hourly, twicedaily, daily). Sedangkan wp_schedule_single_event hanya di eksekusi sekali, setelah itu cron ini akan otomatis dihapus.

Hal Yang Harus diperhatikan dalam menggunakan WP-Cron

Untuk mengaplikasikan WP-Cron pada plugin kamu, perhatikan hal ini, yaitu: Pastikan 2 fungsi diatas hanya di panggil satu kali. Jadi kita membutuhkan kondisi/syarat agar fungsi tersebut dipanggil, pastikan kedua fungsi tersebut hanya di eksekusi ketika sudah memenuhi kondisi yang kita tentukan.

Jika hal ini tidak dilakukan, maka WP akan mencatat Cron yang sama berulang-ulang, sehingga jadwal yang sama akan menumpuk di dalam database. Hasilnya, task yang ingin kita eksekusi jadi di lakukan berulang-ulang. Hal ini tentu sangat memboroskan memory dan memperlambat blog kita.

Cara Implementasi WP-Cron

1. wp_schedule_even

Contohnya jika kita ingin plugin kita melakukan cek secara rutin mengenai ke-valid-an token API. Kita dapat menggunakan script seperti ini. Pengecekan akan dilakukan rutin setiap hari sekali.

register_activation_hook(__FILE__, 'my_activation');

function my_activation() {
    if (! wp_next_scheduled ( 'check_api_token' )) {
	wp_schedule_event(time(), 'daily', 'check_api_token');
    }
}

add_action('check_api_token', 'do_check');

function check_token() {
    $token = get_option( 'your_plugin_token', true );
    if( ! is_token_active( $token ) ){
        // do something
    }
}

2. wp_schedule_single_event

Contohnya kita ingin mengirimkan email pada pelanggan kita pada jam 12 siang. Karena task ini hanya terjadi sekali kita menggunakan wp_schedule_single_event.


$time = strtotime('12:00:00') - ( get_option( 'gmt_offset' ) * HOUR_IN_SECONDS ); //set waktu eksekusi pada jam 12 siang

$args = array( 'email' => 'your@email', 'subject' => 'subject mail', 'message' => 'hello there!!!' );	
							
/* sebelum di wp_schedule_single_event dieksekusi pastikan kita menerapkan kondisi */

if( get_option( 'sent_at_12', true ) != 'done' ){
   wp_schedule_single_event( $time, 'send_email_at_12', $args );
   update_option( 'sent_at_12', 'done' );
}

add_action( 'send_email_at_12', 'do_send_email', 10, 3 );

function do_send_email( $to, $subject, $message ){
   wp_mail( $to, $subject, $message );
}

Schema.org dan Hasil Pencarian Lokal Google

“Dengan cara ini Toko offline anda jadi gampang ditemukan oleh orang dengan lokasi terdekat yang menggunakan smartphone dan google”

Saya pernah kehilangan kunci motor kerana terjatuh di jalan saat saya berkendara. Pada saat itu saya kebingungan untuk bagaimana cara mengatasinya.

google localization resultSaya mencoba googling dengan kata kunci “ahli kunci”, google langsung memberikan sugesti lokasi ahli kunci terdekat dengan lokasi saya. Hasilnya lengkap beserta nomor telpon, map, dan alamat.

Akhirnya saya beranjak ke salah satu ahli kunci yang disarankan Google untuk minta dibuatkan kunci baru. Ini merupakan berkah buat si ahli kunci dan saya. Ahli kunci tertolong mendapatkan pembeli dan saya juga tertolong karena bisa mendapatkan gantinya kunci yang hilang.

Apa kesimpulan dari pengalaman saya ini?

Di era digital ini, hampir semua orang memiliki smartphone, dan yang tidak kalah penting google juga sudah mengakomodasi. Maka akan sangat rugi jika kita mempunyai usaha offline tapi tidak kita “onlinekan”. Bayangkan berapa banyak potensi pelanggan yang bisa mampir ke toko offline kita melalui hasil pencarian google.

Supaya ini bekerja, kita perlu memasang informasi toko offline kita yang lengkap ke sebuah website. Tetapi bukan hanya sekedar mengetik informasi toko. Kita juga perlu menyematkan tag microdata ke HTML kita. Microdata ini bertujuan agar google mampu membaca secara spesifik data apa yang kita pasang di website online. Contohnya: Nama Toko, Nomor Telp, Alamat Email, Alamat Toko, dan Map. Jadi Google baru dapat memberikan sugesti mengenai toko kita jika google sudah mengerti data apa saja yang kita berikan kepada Google. Inilah yang google sebutkan sebagai structured data.

Schema_orgBagi anda yang developer atau senang bermain coding, bisa mencari tau apa itu structured data bisa berkunjung ke situs schema.org

Teknis banget yah??

Tenang bagi yang tidak tau teknis, anda cuma perlu mendaftarkan toko offline anda ke situs-situs listing yang sudah menerapkan schema.org pada website mereka. Contohnya: foursquare.com atau makanjogja.com, dan masih banyak yang lainnya. Bisa googling sendiri.

Jika anda sudah mendaftarkan toko anda ke sebuah situs yang sudah menerapkan Google structured data atau schema.org ini, maka siapa saja yang sedang berada di dekat toko anda dan mencari “kata kunci” toko anda maka google akan memberikan nama toko anda di hasil pencarian mereka.

Tutorial: Cara Upload WordPress Localhost ke Hosting

WordPress adalah CMS yang open source, artinya kita dapat menggunakannya di localhost komputer/laptop kita tanpa ada jaringan internet. Mungkin bagi anda yang ingin sedikit berkreasi dapat menggunakan cara ini untuk sekedar belajar atau “mempreteli” WordPress anda sebelum menguploadnya ke live hosting.

Dengan cara ini juga anda dapat mengeksplore WordPress di server lokal anda tanpa dibebani biaya biaya hosting/domain dan internet, kecuali jika ingin mendownload plugin/theme. Selain itu dalam hal kecepatan juga pastinya akan lebih baik jika anda mengoprek WordPress di localhost daripada di sebuah hosting.

Nah, jika anda sudah puas mengutak-atik WordPress di localhost, maka saatnya anda mengupload WordPress tersebut ke live hosting agar dapat dilihat oleh semua orang.

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika anda ingin mengupload website WordPress anda ke live hosting. Apa saja itu? Saya akan jelaskan dibawah ini.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengupload WordPress dari Localhost ke Live Hosting

  1. Database
    Backuplah terlebih dahulu Database WordPress anda, dan lakukan export database ke sebuah file .sql. Untuk melakukan ini anda perlu masuk ke dalam PhpMyAdmin terlebih dahulu (biasanya melalui url: localhost/phpmyadmin/. Lalu pilihlah database WordPress anda, export semua tabel yang ada di dalamnya. Simpanlah dengan nama apa saja. Contoh: backup-db-localhost.sql.

    export-db

    Gambar 1: Export database melalui PhpMyAdmin

  2. wp-config.php
    Ingatlah, bahwa ketika anda melakukan upload file WordPress dari lokal ke live hosting, maka otomatis server WordPress anda juga akan berganti. wp-config.php adalah sebuah file yang berisi pengaturan WordPress, maka sesuaikan wp-config.php anda dengan hosting dan database anda yang baru. Ganti DB_NAME, DB_USER, DB_PASSWORD, DB_HOST dengan server anda yang baru. Caranya: editlah semua line codes yang ada dibawah ini pada wp-config.php anda. File wp-config.php dapat anda temui di direktori utama WordPress anda.

    /** The name of the database for WordPress */
    define('DB_NAME', 'your_new_database_name');
    
    /** MySQL database username */
    define('DB_USER', 'your_new_database_user');
    
    /** MySQL database password */
    define('DB_PASSWORD', 'your_new_database_password');
    
    /** MySQL hostname */
    define('DB_HOST', 'your_new_host');
    
  3. Site Url
    Ketika alamat domain berubah, alamat domain yang tersimpan di WordPress anda pun harus berubah. Caranya tambahkan kode berikut di dalam file functions.php di folder theme anda yang aktif. Gantilah http://yourdomainname.com dengan url domain anda yang baru.

    update_option( 'siteurl', 'http://yourdomainname.com' );
    update_option( 'home', 'http://yourdomainname.com' );
    

Ketika hal-hal diatas sudah anda lakukan. Sekarang anda sudah siap untuk mengupload file WordPress anda ke dalam live hosting.

Cara Upload WordPress dari Localhost ke Live Hosting

Saya asumsikan anda sudah melakukan setup hosting, domain, dan sudah membuat database baru. lalu lakukanlah langkah berikut.

  1. Uploadlah semua file beserta folder yang ada di dalam direktori utama WordPress anda.
  2. Import database yaitu file .sql yang baru saja anda buat sebelumnya melalui phpmyadmin server hosting anda
  3. Ketika file dan database sudah terupload. Sekarang seharusnya website anda sudah bisa di akses melalui domain baru anda. Jika belum bisa, coba cek apakah setting nama hosting, user, password, dsb di wp-config.php ada yang salah? Jika semua sudah terketik dengan sempurna, seharusnya website anda dapat langsung live
  4. Hapuslah code dari file functions.php yang baru saja anda buat, atau anda dapat memberi tanda komentar untuk menonaktifkan code tersebut. Anda perlu menghapus code ini supaya code ini tidak terus di eksekusi saat website anda berjalan. Code ini hanya di eksekusi sekali untuk mengganti alamat domain lama anda ke domain yang baru.
    //update_option( 'siteurl', 'http://yourdomainname.com' );
    //update_option( 'home', 'http://yourdomainname.com' );
    

Demikianlah Tutorial tentang cara upload WordPress localhost ke hosting anda yang baru. Semoga bermanfaat.

Script Membuat Tabel Database Otomatis Saat Install Plugin

wp-create-table-at-first-install

Gambar 1: Ilustrasi membuat table database pada plugin WordPress

Bagi developer yang sedang membuat plugin WordPress, terkadang ada saatnya kita harus menambahkan tabel baru pada database untuk mendukung plugin yang kita buat. Tahukah kamu WordPress sudah menyiapkan sebuah hook untuk hal ini?

register_activation_hook

Hook ini hanya akan dijalankan ketika pertama kali kita mengaktifkan sebuah plugin, selain itu WordPress akan mengabaikan hook ini. Jadi hook ini cocok untuk kita sisipkan script untuk membuat tabel pada Database WP kita.

Contoh Script Menambahkan Tabel saat Mengaktifkan Plugin

Anda bisa tambahkan contoh script berikut ini ke dalam file induk plugin anda. Tinggal sesuaikan saja nama tabel dsb.

function install_plugin_db() {
	global $wpdb;
	
	$wpdb->query( "CREATE TABLE IF NOT EXISTS {$wpdb->prefix}tasks (
					  task_id INT(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
					  subject VARCHAR(45) DEFAULT NULL,
					  start_date DATE DEFAULT NULL,
					  end_date DATE DEFAULT NULL,
					  description VARCHAR(200) DEFAULT NULL,
					  PRIMARY KEY (task_id)
					) ENGINE=InnoDB" );
}
register_activation_hook( __FILE__, 'install_plugin_db' );

Cara Mengetahui Versi WordPress Kita

WordPress adalah sebuah CMS yang selalu memperbaharui nomor versi ketika rilis versi terbaru . Setiap versi baru biasanya ada perbedaan dengan versi yang lama. Oleh karena itu kadang ada plugin yang dapat bekerja hanya ada versi tertentu. Kondisi ini memaksa blogger untuk mengetahui versi apa yang sebenarnya sedang ia gunakan.

Namun ada beberapa blogger yang masih bingung untuk mengetahui versi apa sih sebenarnya WordPress yang sedang ia gunakan. Untuk itulah artikel ini saya buat

Kenapa kita harus mengetahui versi WordPress kita?

– Setiap kita menginstall theme atau plugin yang kita download entah darimana, terkadang terkendala pada versi apa WordPress yang kita gunakan. Untuk menangani hal ini, kita harus mengecek versi WordPress kita terlebih dahulu, baru kita dapat mengambil tindakan. Entah kita mendowngrade WordPress kita, atau menunggu versi terbaru dari Plugin tersebut.

Ada 2 cara sederhana agar kita dapat mengetahui versi WordPress kita, yaitu: Melihat file version.php dan melihat langsung melalui Dashboard.

Cara 1: Check file version.php

Masuk melalui FTP atau file manager (cPanel) dan masuk ke root directory WordPress anda, lalu masuk directory wp-includes. Dan bukalah file bernama version.php. Maka anda akan melihat versi WordPress pada baris paling atas.

wp-version

Gambar 1: cara mengetahui versi wordPress kita melalui version.php

Cara 2: Check Dashboard

Cara ini sangat simple, yaitu login kedalam Dashboard WP anda. Lalu arahkan layar ke sudut kanan bawah, maka akan tampil tulisan versi WordPress disitu.

version-wp2

Gambar 2: cara mengetahui versi wordPress kita melalui Dashboard WP

Cara Mengetahui Theme WordPress Orang Lain dan Menirunya

Sederhananya kita ingin mengetahui theme apa yang digunakan oleh sebuah website. Theme tersebut sangat menarik sehingga kita juga ingin menginstallnya di WordPress kita. Tetapi bagaimana caranya kita dapat mengetahui Theme yang digunakan website tersebut jika kita tidak bisa login sebagai admin?

Saya akan membagikan tips sederhana untuk menemukan theme apa yang digunakan website WordPress orang lain.

Berikut adalah caranya:

2 Cara Mengetahui Theme WordPress Orang Lain

Cara 1: Manual Check

Cara sederhana dengan mengecek secara manual adalah dengan cara mengetahui posisi letak style.css yang di gunakan oleh website WordPress tersebut ada dimana. style.css adalah file yang wajib dimiliki oleh sebuah theme, jadi dengan melacak letak file style.css ini kita dapat mengetahui nama folder theme yang digunakan.

Contoh: www.deczen.com

Caranya buka website yang ingin di periksa menggunakan browser Chrome. Tekan F12 pada keyboard untuk memunculkan kotak DevTools , lalu klik tab Sources, ketika tab Sources sudah terbuka tekan tombol CTRL + O untuk mencari file, lalu ketik “style.css”. Akan muncul path atau letak file style.css pada theme yang sedang aktif. Pada contoh kasus yang saya gunakan, deczen.com menggunakan theme dengan nama folder “alexandria”.

theme-check-browser

Gambar 1: Contoh hasil pencarian file style.css

Sekarang gunakan kata “alexandria” tadi untuk mencari nama theme tersebut di google. Ketiklah kata kunci “alexandria WordPress theme demo”. Akan ada list WordPress theme yang muncul di halaman pencarian google, pilihlah yang relevan dengan pencarian Anda. Anda dapat menggunakan Theme tersebut di website Anda. Tapi jika Theme tersebut berbayar, berarti Anda harus merogoh kocek lebih untuk mendownload dan menggunakannya 🙂

Cara 2: Using Tool

Cara ini adalah yang paling mudah dan simple. Tinggal kunjungi website ini wpthemedetector.com. Lalu isikan nama domain yang ingin anda periksa di kolom “Site to check” dan tekan Enter. Maka Tool tersebut akan menemukan dan menampilkan Theme yang anda cari dengan otomatis.

wpthemedetector

Gambar 2: Contoh hasil pencarian menggunakan tool wpthemedetector.com

Demikianlah tips mudah dan singkat tentang cara mengetahui Theme WordPress orang lain. Semoga bermanfaat.

Ngeblog Gampang di Mana pun & Kapan pun Dengan WordPress Apps

Ngeblog merupakan aktifitas yang menyenangkan, selalu ada saja hal yamg menarik yang dapat kita sharingkan melalui blog kita.

Dengan WordPress ngeblog bukan saja menyenangkan, tetapi blogger juga akan selalu dimanjakan demgam fitur-fiturnya yang seabrek dan bervariasi.

Segala macam kebutuhan seorang blogger selalu ada saja Developer diluar sana yg akan dengan senang hati men-sharingkan plugin atau theme keren yang dapat membantu aktifitas blogging anda.

Tidak terkecuali bagi anda yang senang melakukan Traveling. Tidak perlu lagi repot-repot membuka laptop, cukup dengan Smartphone, anda sudah bisa melakukan posting artikel tentang perjalanan anda dan sekaligus juga bisa mengupload foto-foto menarik yang anda ambil saat dalam perjalanan.

Semua itu dapat anda lakukan dengan menginstall aplikasi WordPress kedalam Smartphone anda.

Aplikasi WordPress ini tersedia untuk 2 sistem operasi yaitu IOS dan Android, yang dapat dengan mudah anda download dan install langsung dari Smartphone atau Tablet.

wp-1454075679711.jpeg

Gambar 1: WordPress pada Play Store

Anda dapat mengunjungi situs resmi apps WordPress ini di https://apps.wordpress.org/ jika anda ingin membaca informasi lebih rinci.

Cara Menggunakan WordPress Apps

Untuk mennggunakan Apps WordPress tidak berbeda jauh dengan yang versi desktop. Namun pada versi mobile apps ini kita tidak akan menemukan menu selengkap  versi desktopnya, karena aplikasi ini sendiri dibuat hanya untuk melakukan aktifitas blogging standar seperti post artikel, membaca komentar, menerima notifikasi. Anda tidak akan menemukan menu untuk menginstall plugin atau mengganti theme.

Aplikasi mobile WordPress ini sangat ringan dan user friendly, jika anda sudah terbiasa menggunakan WordPress saya yakin anda akan familiar dengan menu-menu yang disediakan.

Untuk menggunakan aplikasi ini, pertama install lah dahulu melalui play store atau iPhone Store, lalu jalankan apps ini. Anda akan di suguhkan menu login yang meminta username dan password anda.

Untuk anda yang menggunakan WordPress self hosted silakan masukan url website anda terlebih dahulu. Setelah masuk ke dalam dashboard, mulailah aktifitas blogging anda. Jangan kuatir kesulitan, karena menu-menu yang disediakan sangat simple dan mudah untuk di pahami.

wp-1454075342101.jpeg

Gambar 2: Dashboard WordPress Mobile Apps

Ingin Blog Lebih Komunikatif? Simak Cara Pasang Disqus di WordPress Berikut Ini

cara pasang disqus di wordpress

Gambar 1: Contoh tampilan komentar Disqus pada Blog

Ingin komentar pada blog anda lebih komunikatif dan menarik? Gunakan Disqus! Disqus adalah platform yang khusus menyediakan layanan komentar pada website.

Semua komentar terhubung kedalam server Disqus dan dapat diakses dari mana saja. Sistem komentar disqus ini bisa di integrasikan dengan komentar pada WordPress anda. Jangan kawatir kehilangan komentar-komentar lama anda ketika anda mengganti form komentar anda dengan menggunakan Disqus.

Untuk memasang Disqus ke dalam WordPress kita, kita harus menginstall plugin Disqus Comment System yang di buat oleh Disqus sendiri. Selain itu agar layanan komentar Disqus dapat berjalan dan tampil pada halaman website kita, kita terlebih dahulu harus terdaftar pada sistem Disqus. Bagaimana langkah-langkahnya? Saya jelaskan secara rinci dan singkat pada keterangan dibawah ini:

Cara pasang Disqus di WordPress

  1. Masuk ke Dashboard. Klik Plugins->Add New.
  2. Masukan kata kunci “Disqus Comment System” pada pencarian dan tekan enter.
  3. Akan tampil list Plugin yang bisa anda install, Pilihlah Plugin yang berjudul “Disqus Comment System” lalu klik Install Now.
  4. Aktifkan plugin yang baru terinstall dengan klik Activate Plugin.
  5. Kembali ke Dashboard Lalu klik Comments->Disqus.
  6. Disqus perlu menyesuaikan siste database WordPress anda, caranya klik Upgrade.
  7. Disqus akan meminta username/email dan password Disqus anda. Daftarkan diri anda dahhulu ke Disqus (jika belum punya).
  8. Untuk mendaftar ke Disqus, masuklah ke Disqus Registration. Lalu isi data anda dan klik Sign Up. Jika anda sudah terdaftar lewati proses ini, dan login lah.
  9. Proses selanjutnya adalah mendaftarkan situs anda pada Disqus. Masuk ke Disqus Create Site. Isikan data situs anda pada form yang disediakan. Klik Next untuk menyimpan. Data situs anda sudah tersimpan.
  10. Kembali ke Dashboard WordPress. Klik Comments->Disqus. Lalu isikan username/email dan password Disqus anda. Lalu klik Next
  11. Lalu pilihlah situs yang baru anda daftarkan di Disqus. Klik Next.
  12. Sekarang Disqus sudah tampil di halaman artikel anda

Semoga artikel ini bermanfaat.

Kesal karena code terhapus saat update plugin WordPress? Begini cara menghindarinya

menghindari auto update wordpress

Gambar 1: Ilustrasi anti auto update

Auto update adalah sebuah fitur yang dimiliki oleh WordPress. Fitur ini akan mengecek update-an plugin atau theme yang anda gunakan, ketika plugin atau theme yang anda gunakan telah memiliki versi yang baru, WordPress dengan otomatis mengupdate Plugin dan Theme anda tanpa anda minta.

Hal ini kadang mengesalkan bagi anda yang sudah susah payah melakukan custom plugin atau custom theme, tetapi tiba-tiba code anda tersebut tertimpa update terbaru.

Dan dalam sekejap saja pengaturan penting anda hilang, apalagi kalau anda tidak memiliki backup. Duh!!!

Oleh karena itu untuk mengantisipasi kasus tak terduga seperti ini, penting bagi kita untuk selalu melakukan backup website kita secara berkala.

Menghindari auto update WordPress

kembali lagi pada topik kita. Jika kita tidak ingin hal ini terjadi pada website kita. Untuk menghindari auto update wordpress maka lakukanlah langkah pencegahan. Bagaimana caranya?

Pertama kita harus memahami dulu hal ini. WordPress melakukan prosedur update dengan melakukan pengecekan versi Plugin/Theme. Jika versi yang anda gunakan lebih jadul daripada yang ada di server WordPress, maka WordPress akan menginstruksikan sistem untuk melakukan update.

Jika anda sudah tahu hal itu, maka yang perlu kita lakukan adalah, akalin si WordPress. Jangan biarkan WordPress mengetahui plugin/theme yang kita pakai sudah jadul. Caranya, naikan saja versi yang tertulis pada source code plugin/theme anda.

Contohnya:

Disable auto update pada plugin

Ubahlah code version pada script pada file utama plugin seperti di bawah ini

/**
 * Plugin Name: XXX Plugin
 * Plugin URI: http://xxxplugin.com
 * Description: This is description
 * Version: 1.0.0
 * Author: xxx author
 */

menjadi seperti ini:

/**
 * Plugin Name: XXX Plugin
 * Plugin URI: http://xxxplugin.com
 * Description: This is description
 * Version: 999
 * Author:  xxx author
 */

Disable auto update pada theme

Ubahlah code version pada style.css pada theme folder seperti di bawah ini

/*
Theme Name: XXX Theme
Theme URI: http://xxxtheme.com
Author: xxx Team
Author URI: http://wordpress.org/
Description: This is description
Version: 1.0
*/

menjadi seperti ini:

/*
Theme Name: XXX Theme
Theme URI: http://xxxtheme.com
Author: xxx Team
Author URI: http://wordpress.org/
Description: This is description
Version: 999
*/

Bagaimanapun cara ini memang bisa mencegah plugin/theme kita di update secara otomatis oleh WordPress, tetapi memang ada kekurangannya. Yaitu plugin kita jadi tidak uptodate lagi, alias ketinggalan zaman. Tetapi itu memang resiko bagi kita yang melakukan modifikasi pada plugin/theme orang lain.

Memang ada cara yang lebih aman untuk melakukan modifikasi tanpa harus kita merubah source code asli pada plugin/theme, yaitu dengan menggunakan WordPress Hooks. Apa itu WordPress Hooks? informasinya bisa dibaca di sini

Demikian informasi untuk mencegah auto update pada WordPress. Semoga bermanfaat.

Setting Zona Waktu Pada WordPress

Setting zona waktu pada WordPress merupakan hal yang sering di lupakan oleh kebanyakan blogger. Mungkin tidak akan jadi masalah jika anda menggunakan hosting lokal Indonesia, karena waktu server sudah otomatis di set ke zona waktu Indonesia. Namun lain halnya jika anda menyewa hosting luar negri.

Setting Zona Waktu berfungsi agar setiap record waktu setiap postingan atau apapun di website anda adalah real dan dengan sesuai waktu yang anda inginkan.

Bagi anda yang memiliki toko online yang menjual barang lokal, tentu zona waktu ini sangat penting untuk diperhatikan. Agar setiap record pemesanan pelanggan anda tercatat sesuai waktu yang sebenarnya.

Nah, bagaimana cara setting zona waktu WordPress tersebut. Langsung saja dibawah ini adalah langkah-langkahnya.

Cara Setting Zona Waktu pada WordPress

  1. Login sebagai admin ke dalam dashboard WordPress.
  2. Masuk ke menu Settings->General.
  3. Lalu set timezone ke UCT+7 (zona waktu Indonesia) atau ke nilai lainnya jika anda menginginkan zona waktu yang berbeda dari Indonesia.setting zona waktu pada wordpress

    Gambar 1: General Setting pada WordPress.

  4. Klik “Save Changes” untuk menyimpan.

Sekarang Zona Waktu WordPress anda sudah di set sesuai waktu yang anda inginkan. Semoga tutorial berikut ini bermanfaat bagi anda.