Setting Zona Waktu Pada WordPress

Setting zona waktu pada WordPress merupakan hal yang sering di lupakan oleh kebanyakan blogger. Mungkin tidak akan jadi masalah jika anda menggunakan hosting lokal Indonesia, karena waktu server sudah otomatis di set ke zona waktu Indonesia. Namun lain halnya jika anda menyewa hosting luar negri.

Setting Zona Waktu berfungsi agar setiap record waktu setiap postingan atau apapun di website anda adalah real dan dengan sesuai waktu yang anda inginkan.

Bagi anda yang memiliki toko online yang menjual barang lokal, tentu zona waktu ini sangat penting untuk diperhatikan. Agar setiap record pemesanan pelanggan anda tercatat sesuai waktu yang sebenarnya.

Nah, bagaimana cara setting zona waktu WordPress tersebut. Langsung saja dibawah ini adalah langkah-langkahnya.

Cara Setting Zona Waktu pada WordPress

  1. Login sebagai admin ke dalam dashboard WordPress.
  2. Masuk ke menu Settings->General.
  3. Lalu set timezone ke UCT+7 (zona waktu Indonesia) atau ke nilai lainnya jika anda menginginkan zona waktu yang berbeda dari Indonesia.setting zona waktu pada wordpress

    Gambar 1: General Setting pada WordPress.

  4. Klik “Save Changes” untuk menyimpan.

Sekarang Zona Waktu WordPress anda sudah di set sesuai waktu yang anda inginkan. Semoga tutorial berikut ini bermanfaat bagi anda.

Bagaimana Meng-Edit Template WooCommerce

woocommerce

Gambar 1: Logo WooCommerce

Jika kita memiliki sebuah toko online berbasis WorPress dan WooCommerce, terkadang apa yang disajikan oleh template WooCommerce secara default belum memenuhi kebutuhan kita.

Apalagi bagi anda yang berprofesi sebagai seorang developer, dan klien anda menginginkan tampilan yang berbeda pada toko online miliknya.

Maka untuk memenuhi kebutuhan klien anda, anda terpaksa mengedit file template pada plugin WooCommerce.

Sedangkan anda tau jika anda mengedit langsung file pada plugin WooCommerce hal ini sangat riskan karena jika suatu saat klien anda mengupdate plugin miliknya, maka semua kerjaan anda akan hilang tertimpa update-an tersebut.

Ternyata WooCommerce sudah mengantisipasi hal ini, sehingga setiap user/developer yang menggunakan WooCommerce dapat merubah template dengan sesuka hati tanpa harus mengubah source code pada plugin aslinya.

Caranya adalah user diberi keleluasaan untuk melakukan override (timpa) pada template yang ada pada plugin WooCommerce dan meletakan file template yang baru pada folder theme yang sedang aktif.

Secara spesifik kita dapat melakukan hal ini dengan cara berikut:

Cara Edit Template WooCommerce

  1. Copy folder “templates” dan semua isinya pada path “wp-content/plugins/woocommerce/templates” dan letakan pada lokasi theme anda yang sedang aktif, lalu rename folder “templates” menjadi “woocommerce”.

    Sebagai contoh, berikut adalah path hasil copy template: wp-content/themes/themeanda/woocommerce/

  2. Lakukan edit pada file php yang anda inginkan di dalam folder “woocommerce” yang baru anda masukan ke dalam theme.

    Setiap perubahan yang anda buat di dalam folder “woocommerce” ini akan mengubah tampilan pada toko online anda, khususnya halaman WooCommerce. Selain itu code anda juga akan terhindar dari update.

  3. Anda dapat mengubah setiap file apapun di dalam folder “woocommerce” sesuka hati, asalkan masih tetap mengikuti alur program WooCommerce. Sebagai catatan: ada kalanya WooCommerce mengganti versi template pada saat update.

    Ketika file template yang anda override masih dalam versi yang lama, kemungkinan akan ada kerusakan pada tampilan anda. Untuk mengantisipasi hal ini, anda hanya perlu mengupdate file yang anda gunakan dengan file template yang baru, lalu sesuaikan code anda yang pernah anda tulis disitu.

cara edit template woocommerce

Gambar 2: Isi folder templates WooCommerce

Demikian adalah cara untuk melakukan edit template WooCommerce tanpa harus kehilangan code yang pernah kita buat ketika update plugin. Saya pun sering melakukan hal ini jika ada request dari klien untuk merubah tampilan toko online miliknya. Semoga informasi berikut ini bermanfaat.

Cara Menghilangkan Admin Bar di WordPress

Ketika kita memiliki website WordPress yang memungkinkan pengunjung untuk mendaftar dan menjadi member, ada kalanya kita menginginkan user untuk tidak mengakses halaman dashboard/admin WordPress. Namun hal ini sulit di hindari jika admin bar muncul di bagian atas website (ketika login).

Nah, bagaimana cara menghapus admin bar ini dari tampilan browser pengunjung?

Ada cara yang sangat sederhana yaitu kita hanya tinggal menginstall sebuah plugin yang bernama “Hide Admin Bar From Non-admins”. Caranya simple, kita tinggal menginstall plugin ini, dan aktifkan. Setelah plugin ini diaktifkan maka user selain admin tidak akan bisa melihat admin bar di bagian atas.

Kurang lengkap jika hanya menyembunyikan admin bar saja. Kita juga perlu untuk membatasi akses user untuk masuk kedalam dashboard, karena saat plugin “Hide Admin Bar From Non-admins” tersebut aktif, user masih dapat masuk ke halaman dashboard melalui url. Untuk mengatasi hal ini kita harus menghinstall 1 buah plugin lagi yang bernama “Remove Dashboard Access”.

Setelah plugin “Remove Dashboard Access” terinstall, maka aktifkanlah dan lakukan sedikit pengaturan sesuai kebutuhan anda. Untuk masuk ke halaman pengaturan klik Settings->Dashboard Access. Anda dapat mengatur role apa saja yang boleh mengakses halaman dashboard. Jangan lupa klik tombol “Save Changes” untuk menyimpan setting-an anda.

menghilangkan admin bar di wordpress

Gambar 1: Setting page plugin “Remove Dashboard Access”

Ketika semua langkah diatas sudah anda lakukan, maka user selain admin tidak akan bisa lagi melihat admin bar WordPress, sekaligus juga tidak bisa lagi mengakses halaman dashboard.

Cukup sekian untuk tutorial singkat bagaimana cara menghilangkan admin bar di WordPress. Semoga bermanfaat.

Mengenal wp-config.php WordPress

wp-config.php wordpress

Gambar 1: Contoh code pada wp-config.php

Jika anda menggunakan WordPress self hosted, maka anda perlu mengetahui apa itu wp-config.php WordPress?

wp-config.php adalah sebuah file yang digunakan oleh engine WordPress untuk menyimpan data-data penting untuk pengaturan website, misalnya: database dan host.

Selain itu, juga terdapat banyak pengaturan WordPress yang bisa anda set di dalam file ini. Contohnya: Pengesetan Bahasa, Penggantian Site Url, Mengaktifkan debug mode. Anda bisa mencari tau lebih banyak di sini codex.wordpress.org

Untuk menggenerate website anda, WordPress harus membaca informasi di dalam file wp-config.php. Di antara informasi tersebut ada yang paling vital dan wajib untuk sistem dapat membacanya. Berikut penjelasan mengenai pengaturan yang paling penting dan dibutuhkkan oleh WordPress pada wp-config.php

Pengaturan Database dan Host pada wp-config.php WordPress

WordPress hanya butuh 2 pengaturan ini supaya bisa jalan dengan baik, yaitu: Database dan Host. Jika di wp-config.php anda pengaturan database dan host salah, maka website anda akan error dan tidak tampil sebagai mestinya.

Saat anda menginstall WordPress pertama kali maka sistem akan otomatis membuat file wp-config.php ini di dalam direktori utama website anda.

Anda memang tidak perlu memusingkan hal ini diawal, karena semua itu sudah disiapkan oleh WordPress secara otomatis untuk anda.

Namun apa jadinya bila suatu saat anda ingin pindah hosting? atau mengganti nama database dan user-nya.

Mau tidak mau anda harus meng-edit file wp-config.php tersebut dan mengganti settingan database dan host untuk menyesuaikan hosting baru anda.

Tenang hal ini mudah untuk dilakukan. Anda hanya perlu mengedit file wp-config.php di dalam folder utama website anda menggunakan FTP atau File Manager (cPanel).

Karena itu jika anda berencana pindah hosting, pastikan anda mengetahui data database dan host di hosting baru anda nanti.

Berikut adalah contoh code pengaturan Database dan Host pada wp-config.php:

// ** MySQL settings - You can get this info from your web host ** //
/** The name of the database for WordPress */
define('DB_NAME', 'your_database_name');

/** MySQL database username */
define('DB_USER', 'your_database_user');

/** MySQL database password */
define('DB_PASSWORD', 'your_database_password');

/** MySQL hostname */
define('DB_HOST', 'your_host');

Pengaturan di atas adalah untuk menghubungkan WordPress anda dengan Hosting dan Database yang anda gunakan.

Jika data anda salah, maka WordPress tidak akan mengenali hosting yang anda gunakan.

Pastikan isi data Database dan Host dengan benar ketika anda baru saja mengganti hosting atau database anda. Semoga bermanfaat.

Tips SEO untuk WordPress

tips seo untuk wordpress

Gambar 1: SEO WordPress

Bagi anda yang ingin meningkatkan SEO WordPress anda, mungkin artikel berikut ini bisa menjadi referensi yang bermanfaat bagi anda yang ingin meningkatkan performa ranking website anda di mata search engine.

SEO atau Search Engine Optimization adalah faktor penting yang dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan visitor kita.

Pada dasarnya Engine WordPress sudah SEO Friendly. Kita hanya perlu memaksimalkannya dengan memberikan penanganan khusus. Selain itu, ada banyak plugin yang disediakan secara gratis untuk membantu kita memaksimalkan SEO website kita.

Secara umum kita dapat memaksimalkan SEO pada 2 cara, yaitu: ON-Page SEO dan OFF-Page SEO.

ON-Page SEO adalah bagaimana cara kita memaksimalkan website kita dari dalam website itu sendiri, sedangkan Off-Page SEO adalah bagaimana kita memaksimalkan SEO dari luar website kita. Contoh Off-Page SEO: memberikan Backlink (link masuk) yang mengarah dari website orang lain ke website yang anda miliki.

Tips yang akan saya jelaskan pada artikel ini lebih condong ke arah on-page SEO atau memaksimalkan website kita dari dalam untuk lebih menarik dimata search engine. Namun pada dasarnya tips berikut bisa anda terapkan untuk meningkatkan ranking website anda.

Tips SEO untuk WordPress

  1. Set permalink untuk lebih SEO Friendly
    Struktur url/permalink WordPress pada saat baru pertama kali di install tidak SEO Friendly. Kita harus mengubah pengaturannya secara manual.

    Caranya: Masuk ke Dashboard->Settings->Permalinks, lalu ganti Common Setting ke Post Name atau jika ingin seperti style url pada blogger bisa set ke Custom Structure dan isikan “/%postname%.html” pada field di sebelahnya. Lalu klik tombol “Save Changes”

  2. Gunakan Theme yang “eye catching” dan SEO Friendly
    Desain theme yang menarik sangat menentukan ranking website anda, walaupun tidak secara langsung. Karena desain yang menarik akan menstimulus pengunjung untuk mau berlama-lama di website anda, Google akan mencatat hal ini dan menaikan ranking anda jika Google merasa website anda menarik bagi pengunjung.

    Faktor lainnya adalah, pilihlah theme yang memiliki struktur tag-tag HTML yang SEO friendly dan sudah menerapkan struktur Schema.org. Schema.org membantu google untuk dapat lebih spesifik membaca informasi dalam website anda, otomatis hal ini dapat mempengaruhi ranking website anda.

    Jika anda mengerti tentang html dan programming, anda bisa mengedit template theme anda secara manual berdasarkan panduan pada Schema.org.

  3. Tingkatkan Site Load Speed
    Kecepatan sebuah website berpengaruh pada user experience yang pada akhirnya akan mempengaruhi google untuk memberikan ranking ada website kita. Engine WordPress terkenal berat dan lambat, tapi kita bisa mengakali hal ini dengan menginstall plugin cache website seperti WP Super Cache atau W3 Total Cache untuk membantu meningkatkan site load secara signifikan.

    Nonaktifkan plugin-plugin yang tidak terlalu digunakan untuk mengurangi beban server anda. Ini akan berpengaruh langsung pada kecepatan website.

    Bagi anda yang mempunyai budget lebih, mungkin bisa pindah menggunakan jasa hosting premium.

  4. Gunakan konten yang menarik dan bermanfaat
    Content is a king adalah term yang sampai saat ini masih relevan bagi SEO, walau bagaimanapun canggihnya sebuah website, jika user tidak menemukan manfaat ia akan cepat meninggalkan website anda. Ingat google merekam hal ini.
  5. Optimasi Halaman dan Kata Kunci
    Hal ini dapat dilakukan dengan mudah menggunakan plugin SEO seperti: Yoast SEO. Plugin ini dapat membantu anda untuk mengoptimasi halaman website anda dengan lebih mudah. Anda hanya perlu memaksimalkan target kata kunci yang anda kejar pada halaman anda.
  6. Mobile Friendly
    Search Engine khususnya Google akan memberikan ranking lebih baik pada website yang responsive dan Mobile Friendly. Caranya: gunakanlah theme yang responsive. Kabar baiknya kebanyakan theme saat ini sudah responsive, jadi anda tinggal menginstallnya saja.

Woocommerce: Mengganti Jumlah Produk Yang Tampil

woocommerce mengganti Jumlah Produk

Gambar 1: Contoh tampilan produk menggunakan WooCommerce

Mungkin bagi anda yang mempunyai sebuah online shop berbasis WordPress, pernah berkeinginan untuk mengurangi atau menambahkan jumlah produk yang tampil pada halaman produk Woocommerce. Tips singkat berikut ini boleh dicoba.

Untuk melakukan ini kita akan menggunakan Hooks yang disediakan oleh WooCommerce, yaitu “loop_shop_per_page”. Tetapi kita akan perlu sedikit untuk memodifikasi kode php kita.

Mengganti Jumlah Produk Yang Tampil Per Halaman

Masuk melalui FTP atau File Manager (cPanel), lalu tambahkan kode dibawah ini pada file functions.php di folder theme yang aktif. Functions.php biasanya terletak pada path berikut “wp-content/themes/folder-theme-anda/functions.php”. Tempatkanlah kode dibawah ini pada baris paling bawah sebelum tanda “?>“.

// Display 24 products per page
add_filter( 'loop_shop_per_page', create_function( '$cols', 'return 24;' ) );

Pada contoh saya, saya menampilkan produk berjumlah 24 buah per halaman. Anda bebas boleh menentukan sendiri berapa angka yang anda perlukan. Semoga bermanfaat.

Membuat Website WordPress di Dalam Subdirektori

Website WordPress di Dalam Subdirektori

Gambar 1: Membuat WordPress di Dalam Subdirektori.

Bagi anda yang mempunyai website WordPress dan berkeinginan untuk memiliki copy website WordPress dalam bahasa lain pada subdirektori, mungkin artikel berikut ini penting untuk anda baca.

Apa yang dimaksud subdirektori? Subdirektori adalah sebuah direktori cabang yang berada di dalam direktori induk. Biasanya subdirektori ini diakses dengan menambahkan sebuah query baru di akhir domain anda. Contoh: “www.domain-anda.com/subdirektori/”

Secara default jika kita mengakses halaman url subdirektori dari browser maka WordPress akan menunjuk sebuah halaman atau post. Namun jika tidak ditemukan post apapun yang berkaitan dengan url tersebut, maka biasanya WordPress akan menunjuk halaman 404.

Supaya WordPress dapat membaca website baru kita di dalam subdirektori, kita harus meng-edit file .htaccess di dalam subdirektori tersebut.

Langkah-langkah Membuat Website WordPress di Dalam Subdirektori

  1. Login lah kedalam FTP hosting anda.
  2. Buat lah sebuah direktori baru di dalam direktori utama website anda. Contohnya buatlah direktori baru dan beri nama “en”. Pada contoh ini anda berencana membuat website WordPress baru berbahasa inggris. Yang nantinya pengunjung luar negri bisa mengakses website anda yang berbahasa inggris melalui subdirektori en pada “http://domain-anda.com/en/”.
  3. Install WordPress baru, atau copy WordPress lama anda ke dalam direktori yang baru dibuat. Jika anda melakukan copy site, pastikan anda juga mengcopy database website lama dan menempatkannya di database baru. Sesuaikan settingan di wp-config.php dan tambahkan script dibawah ini pada wp-config.php.
    define('WP_HOME','http://domain-anda.com/en/');
    define('WP_SITEURL','http://domain-anda.com/en/');
    
  4. Edit file .htaccess yang terletak di dalam subdirektori anda. Ubahlah code yang sebelumnya seperti ini:
    # BEGIN WordPress
    <IfModule mod_rewrite.c>
    RewriteEngine On
    RewriteBase /
    RewriteRule ^index\.php$ - [L]
    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
    RewriteRule . /index.php [L]
    </IfModule>
    
    # END WordPress
    

    Menjadi seperti ini:

    # BEGIN WordPress
    <IfModule mod_rewrite.c>
    RewriteEngine On
    RewriteBase /en/
    RewriteRule ^index\.php$ - [L]
    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
    RewriteRule . /en/index.php [L]
    </IfModule>
    
    # END WordPress
    

    Pada contoh script diatas, kita telah mengarahkan index.php ke dalam subdirectory ‘en’. Ini berfungsi agar browser membaca file index.php pada subdirektori.

Ini adalah tutorial sederhana yang dapat memberikan anda solusi cepat. Sebenarnya ada cara lain yang mungkin lebih rumit, tetapi dapat meng-integrasikan sistem antara WordPress yang satu dengan yang lainnya sehingga dapat saling terhubung. Fitur ini dinamakan Multi-Site. Pada kesempatan berikutnya saya akan mencoba membahas fitur Multi-Site ini. Terima kasih.

Cara Membuat Website WordPress Versi Mobile

cara membuat website wordpress versi mobile

Gambar 1: Mobile Friendly Site.

Memiliki sebuah website yang mobile friendly adalah sebuah syarat mutlak untuk saat ini.

Jika kita melihat data statistik pengunjung yang mengunjungi website kita, sebagian besar adalah pengguna smartphone. Pengunjung mobile kira-kira memiliki persentase sebesar 60% – 80%.

Tentunya akan sangat disayangkan jika pengunjung yang menggunakan smartphone tiba-tiba melakukan close website anda, karena tampilan website anda ‘tidak nampak’ pada layar smartphone nya.

Apalagi Google pada saat ini men-syaratkan sebuah website harus responsive agar di-ranking dengan lebih baik.

Bagi anda yang sudah terlanjur nyaman menggunakan template lama yang static, mungkin inilah saatnya mengganti theme anda dengan yang responsive.

Apa sih yang dimaksud website yang responsive atau mobile friendly? Responsive dalam hal ini adalah kemampuan website untuk menyesuaikan panjang ukuran website dengan panjang layar yang sedang pengunjung gunakan.

Jika anda mengunjungi sebuah website dari PC dan dari smartphone dan tampilan website tersebut dapat berubah menyesuaikan panjang layar anda, maka website tersebut sudah bisa di katakan responsive.

Khusus bagi anda pengguna WordPress, bagaimana sih caranya agar website kita bisa responsive atau mobile friendly. Berikut adalah langkah-langkah mudah untuk mengetahui dan menginstall theme yang responsive.

Bagi anda yang menginstall theme dari menu appearance pada Dashboard atau anda yang menggunakan theme premium berbayar, tidak perlu kawatir. Hampir semua theme yang disediakan disitu sudah responsive.

Namun bagi anda yang masih mencari-cari theme gratisan di google, tips berikut patut diikuti.

Langkah-langkah membuat website wordpress versi mobile

  1. Anda harus sudah memiliki sebuah website menggunakan WordPress tentunya.
  2. Silakan googling kata kunci “Free responsive wordpress theme” atau bisa juga kata kunci lain sesuai yang anda inginkan.
  3. Akan muncul banyak sekali hasil pencarian. Silakan website apapun yang anda mau.
  4. Biasanya akan muncul list theme yang bisa anda download beserta link demo-nya. Kliklah link demo pada desain theme yang anda sukai. Tunggu sampai halaman demo muncul.
  5. Inilah bagian terpenting, karena anda harus mengecek secara manual apakah theme tersebut sudah responsive atau belum. Caranya tekan CTRL + Scroll UP / CTRL + Scroll Down untuk memperbesar atau memperkecil layar. Lihatlah dengan detail setiap pergerakan panjang website. Apakah ada detail yang terlewatkan pada setiap perubahan resolusi layar. Biasanya akan ada bug atau kerusakan yang nampak ketika kita melakukan tes ini pada theme yang kurang baik. Maklum saja si pembuat Theme juga manusia, apalagi ini gratisan (theme premium biasanya sudah responsive dan lebih rapi)
  6. Ketika anda sudah menemukan pilihan yang responsive. Downloadlah file theme tersebut.
  7. Ketika anda sudah memiliki file theme (biasanya berbentuk zip). Masuklah ke Dashboard WordPress anda.
  8. Klik menu Appearance->Theme. Lalu klik “Add New”. Lalu klik “Upload Theme”.
  9. Akan disediakan form untuk mengupload. Pilihlah file theme yang anda download tadi, lalu klik “Install Now”.
  10. Active kan theme yang baru anda Install tersebut.
  11. Sekarang tampilan website anda sudah berubah. Semoga bermanfaat.

Cara Mengganti Avatar WordPress

Untuk mengganti avatar WordPress tidak dilakukan dari situs WordPress itu sendiri, melainkan menggunakan aplikasi pihak ke-3 yang bernama Gravatar.

Gravatar adalah sebuah situs yang menyediakan layanan foto profil/avatar bagi semua orang secara global.

Jadi jika email anda sudah terdaftar di Gravatar dan ketika suatu saat anda memberikan komentar pada sebuah blog WordPress menggunakan email tersebut, maka foto profil/avatar anda akan otomatis muncul di dalam komentar anda.

Ini berlaku secara global ke seluruh blog WordPress atau website-website yang menggunakan layanan Gravatar.

Langsung saja ke tutorialnya:

Cara Mengganti Avatar WordPress Menggunakan Gravatar

  1. Masuk ke situs https://en.gravatar.com/
    gravatar homepage

    Gambar 1: Homepage Gravatar

  2. Klik “Sign In” pada sudut kanan atas.
  3. Jika email anda sudah terdaftar di wordpress.com Langsung saja melakukan Log In. Jika belum, klik “Create an Account” untuk mendaftarkan email anda.
  4. Proses Registrasi (lewati proses ini jika anda sudah melakukan log in). Isikan email, username, dan password anda lalu klik “Sign Up”. Ikuti prosesnya.
  5. Jika sudah terdaftar dan sudah melakukan Log In. Maka saat ini anda berada di dalam dashboard Gravatar. Selanjutnya klik menu “My Profile” lalu klik “Photo Gallery” di menu sebelah kanan.
  6. Klik “Add New Image…”. Lalu uploadlah profil picture anda di menu yang di sediakan.
  7. Sekarang profile WordPress anda sudah memiliki avatar.
    test-comment-gravatar

    Gambar 2: Tampilan avatar pada komentar blog WordPress

Demikian adalah tutorial cara mengganti avatar wordpress. Semoga bermanfaat.

Apa itu WooCommerce?

apa itu woocommerce?

Gambar 1: Contoh tampilan produk menggunakan WooCommercce

Apa itu WooCommerce? – Bagi anda yang sering bermain toko online dengan WordPress mungkin tidak asing lagi dengan plugin ajaib yang satu ini.

Ya, WooCommerce adalah sebuah plugin yang di buat oleh WooThemes. Sebuah perusahaan eCommerce yang bergerak dibidang penjualan themes khusus WordPress.

Tidak hanya menyediakan themes premium bagi WordPress, WooThemes juga menyediakan sebuah plugin yang dapat menyulap WordPress menjadi sebuah eCommerce yang canggih dan memiliki fitur-fitur lengkap layaknya situs-situs eCommerce besar.

Cukup dengan menginstall plugin WooCommerce ke dalam sistem WordPress dan melakukan beberapa pengaturan maka situs WordPress anda siap dijadikan online shop yang mampu melakukan transaksi otomatis.

Kabar baiknya plugin secanggih WooCommerce ini dihargai $0 alias gratis. Tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk memasangnya.

Walaupun gratis, untuk menginstall add-on yang menambah fitur-fiturnya biasanya tidak gratis. Namun jika bagi anda yang mengerti programming khususnya WordPress, WooCommerce sudah menyediakan banyak sekali Hook yang dapat kita modifikasi sehingga situs eCommerce kita dapat kita tambahkan apapun yang kita mau.

Dalam hal ini penulis sendiri juga sudah berpengalaman mengedit-edit WooCommerce atas permintaan klien, misalnya menghubungkan WooCommerce dengan aplikasi pihak ke-3 mengunakan API, contohnya: Barcloud, Zapier, Infushion Soft. Maaf penulis promosi sedikit 🙂

Kita lanjutkan kembali.

Fitur-fitur WooCommerce

Secara default WooCommerce menyediakan fitur-fitur standar yang dibutuhkan sebuah toko online. User bisa menambah produk, mengupload gambar produk, mengatur currency, dan lain-lain.

Secara umum saya akan jelaskan fitur-fitur inti pada WooCommercce:

  1. Product Management.

    User bisa menambah produk, menghapus atau mengubah produk yang sudah ada. Di dalam setiap produk user bisa berikan variasi seperti warna, ukuran, dll.
    User juga bisa memberikan harga asli ataupun diskon.
    User juga bisa mengupload gambar, atau memberikan deskripsi pada produk. Untuk memanage stok, user pun dapat mengatur jumlah stok atau memberi berat dan volume bagi produk yang berupa barang.

  2. Shopping Cart.

    Shopping Cart atau keranjang belanja berfungsi untuk menyimpan barang yang ingin di beli. Jika pengunjung ingin membeli sebuah produk, ia tinggal menambahkan produk tersebut ke dalam keranjang belanja.

  3. Fungsi Checkout.

    Checkout adalah fungsi yang vital, karena transaksi terjadi pada proses checkout.
    Pada saat checkout, pembeli bisa mengisi nama, alamat, atau melihat rincian biaya yang harus dibayarkan. Setelah melakukan checkout pembeli akan dibawa kehalaman pembayaran (tergantung metode pembayaran yang anda sediakan).
    Anda dapat menambahkan metode pembayaran misalnya PayPal atau Bank Transfer pada checkout melalui menu pengaturan WooCommerce.

WooCommerce tidak hanya bisa menjual produk-produk berupa barang/jasa, tetapi bisa juga untuk produk digital seperti eBook, plugins, atau themes.

Setelah proses checkout dan pelunasan, pembeli akan mendapatkan akses untuk mendownload produk digital tersebut.

Sekian informasi mengenai WooCommerce. Semoga bermanfaat.